Kamis, 19 November 2020

BUILD SELF-IMAGE ( MEMBANGUN CITRA DIRI )


      


          Sudahkah kita membentuk atau membangun citra diri ?

        Pengalaman hidup dan bertambahnya usia, membuat seseorang ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga lingkungan dan orang lain. Bukannya tak menjadi diri sendiri, namun tanpa disadari setiap orang memiliki keinginan untuk dilihat sebagai sosok tertentu. Mungkin Anda dikenal sebagai orang yang pemalu, namun seiring berjalannya waktu, tuntutan profesi pekerjaan membuat Anda ingin dilihat sebagai pribadi terbuka dan meyakinkan. Hal tersebut wajar terjadi, karena setiap orang ingin membangun citra versinya sendiri di mata orang lain. 

        Namun, satu hal yang perlu Anda tanamkan kalau hal ini berbeda dengan istilah “pencitraan diri” yang sengaja menciptakan sebuah image padahal tidak merealisasikan kepribadian sesungguhnya orang tersebut—alias menciptakan image palsu.  Tak sedikit pula citra diri seseorang berbeda tujuannya di mata orang lain. Mungkin Anda ingin dilihat sebagai wanita mandiri, tapi sayangnya orang lain melihat Anda justru sebagai pribadi yang sombong. Lalu, bagaimana caranya agar tujuan pembangunan citra diri—atau personal brand—tidak disalahartikan oleh orang lain? Sama dengan perusahaan yang membutuhkan brand identity, Anda harus bisa menjadi public relation bagi diri sendiri. Lebih lengkap, simak saja cara-cara yang dapat ditempuh untuk membangun citra diri yang baik dan positif. 

Ibaratkan Anda Sebuah Brand 

Sama seperti perusahaan yang membutuhkan branding, diri Anda pun demikian. Jadi, bayangkan diri Anda adalah sebuah brand. Apa yang Anda ingin orang lain pikirkan saat mendengar atau mengingat nama Anda? Jika Anda sudah mengetahuinya, bagus. Selanjutnya tinggal menuju langkah strategi untuk menyampaikannya pada orang lain. 

Cari ‘Tagline’ Diri

 Tagline diri sebenarnya lebih mengarah kepada prinsip hidup. Setiap orang sebaiknya memiliki prinsip hidup untuk menimbulkan keyakinan pada setiap jalan kehidupannya. Mungkin prinsip hidup Anda “I am not a woman that needs a man. I’m a woman a man needs”. Dengan mengingat ‘tagline’ tersebut setiap harinya, dengan sendirinya Anda bisa menunjukkan pribadi yang mandiri, well organized, namun tetap menunjukkan sisi kelembutan.

 Manfaatkan Media Sosial

Menurut Shama Hyder, penulis buku Zen of Social Media Marketing, media sosial sangat berpengaruh pada pembangunan citra diri. Sama seperti brand yang memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan awareness, sebaliknya jangan pula menjadikan media sosial sebagai lahan ‘curhat’. Sebuah perusahaan tak mungkin menuliskan keluhan dan kerugiannya di media sosialnya, Anda pun tak perlu melakukan itu—kecuali Anda ingin dikenal sebagai orang yang selalu sendu atau pemarah. 

 

Saring Informasi Yang Dibagikan 

Setiap individu tetap membutuhkan privasi. Untuk membentuk sebuah citra diri, Anda perlu menyaring segala informasi yang akan dibagikan kepada orang lain. Tak semua orang bisa memahami dengan baik niat Anda. Tak menutup kemungkinan orang mengambil kesimpulan sendiri dan menyebarkan hal yang salah kepada orang lain tanpa mengonfirmasinya pada Anda.  

Lakukan, Bukan Bicarakan 

Talk less, do more, Glitzy. Percayalah, membicarakan kelebihan Anda tanpa membuktikannya hanya akan menimbulkan gosip dari orang sekeliling. Cara mudah menangkis komentar negatif adalah membuktikannya melalui aksi dan tindakan—bukan kata-kata. 

Konsisten Melakukannya 

Citra diri baik yang Anda bangun akan bertahan selamanya jika konsisten dilakukan dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Anda harus bisa konsisten dengan prinsip, tujuan, dan menikmati proses agar personal brand Anda kuat. Inilah pula yang membedakannya dengan istilah pencitraan diri tadi.  

Kenali Diri Sendiri

Tak perlu menjadi orang lain ketika ingin menciptakan diri yang baik dan positif. Tanya diri Anda sendiri—sosok seperti apakah yang ingin Anda bangun dari diri sendiri. Kenali pula kelebihan dan kelemahan kita. Akan lebih bijak jika Anda mengeksploitasi kelebihan diri untuk kepentingan orang banyak. Biarkan kehebatan Anda tetap bisa dirasakan manfaat baiknya oleh banyak orang. Jangan membangun citra tanpa kapabilitas diri, karena Anda tak akan pernah bisa mencapainya. 

Jangan Berbohong

Bukan hanya menjadi orang lain, menjalankan sesuatu dengan tidak jujur akan berujung padakebuntuan. Orang lain pun akan dengan mudah ‘mencium’ bau busuk yang Anda coba tutupi. Dengan terbiasa jujur, orang lain akan percaya dengan sendirinya pada citra diri yang Anda sedang atau sudah bangun.  

Tak lagi ada dalih

      Ketika gagal dalam mencapai sasaran atau ambisi kita sering kali mmebuat dalih atau alasan yang membenarkan kegagalan kita. Yang harus kita ingat adalah “Dalih, bukan pembenaran”. Berikut dlih-dalih yang biasanya kita ucapkan:

“Saya tidak terbentuk dengan cara begitu.”

“Itu karena kesalahan orang tua saya.”

“Seandainya saja saya masuk univeristas”

“Saya terlahir dlam horoskop yang salah”

Berjanjilah pada diri sendiri : “Saya tidak akan membuat dalih”

 

Bangga dengan diri Anda sendiri

Buatlah daftar aset-aset ‘tak terlihat’ Anda, seperti hard skill dan soft skill yang Anda miliki. Dengan demikian Anda akan tau siapakah diri anda sebenarnya dan apa yang Anda punya untuk Anda tawarkan, kemudian lihatlah diri jasmani dan mental Anda dan mulailah bangun keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri, dan berilah peluang pada otak Anda. Anda itu 

 

Memperhatikan penampilan

Periksalah penampilan Anda didepan cermin, namun bukan hanya penampilan luar saja. Apakah penampilan Anda mencerminkan seseorang yang Anda inginkan? Jika penampilan Anda baik diluar, maka ini akan membantu Anda untuk merasa lebih baik didalam. Jika Anda perhatikan orang-orang yang keluar dari salon, bahasa tubuh, gerakan,  dan lirikan mata mereka memancarkan kepercayaan diri, rasa bangga dan citra diri yang lebih kuat. Uang yang Anda pakai untuk penampilan Anda adalah hal yang pantas dilakukan. Namun, jangan sampai ego mendorong Anda untuk terus menerus menggunakan uang Anda dalam jumlah yang banyak. Cobalah jangan sampai terobsesi pada diri sendiri.

 

Periksa apa yang masuk ke dalam otak

Saringlah segala hal yang masuk kedalam otak Anda, jangan sampai hal-hal negatif masuk dan menyabot aset atau kesuksesan Anda, dan juga jangan sampai anda melakukan hal tersebut pada diri Anda sendiri. Jika Anda sadar diri Anda sedang dalam modus penghancuran diri maka sadarlah dan alihkan pikiran Anda ke hal-hal positif. Bayangkan ini seperti memeriksa sekantong buah dan buanglah buah-buah yang busuk.

 

Percaya diri

Kepercayaan merupakan satu kata yang kuat. Suatu cerita tentang kepercayaan datang dari Linford Christie yang menjadi juara Olimpiade 110 meter pada usia 34 tahun, kemenangan ini bukan didapatkan karena tubuhnya yang lebih baik atau umurnya yang lebih muda dari atlet lain, namun ia dapat melakukannya setelah ia mengatasi pendapat dari para ‘pakar’ yang mengatakan umur diatas 24 tahun tidak lagi bisa berlari dikecepatan seperti itu. Namun, Linford Christie percaya ia bisa.

 

Buat pernyataan-pernyataan positif

Sangat penting untuk membuat ungkapan-ungkapan positif, pernyataan-pernyataan yang kuat akan berdampak hebat bagi alam bawah sadar dan akan semakin efektif jika terus diulang-ulang, Contoh ungkapan positif:

“Saya percaya diri”

“Saya adalah pembicara yang baik”

“Saya aman secara finansial”

Jangan mengatakan “Saya akan menjadi...”, karena ini akan mengurangi gairah pada pikiran positif Anda, biarkan alam bawah sadar Anda terpusat pada hasil yang dikehendaki dan hasil itu pasti terjadi.

 

Jangan takut pada kesalahan\

Kesalahan, kekeliruan, yang oleh sebagian orang disebut dengan kegagalan, hanyalah “hasil yang kurang memuaskan”. Kesalahan adalah pengalaman yang dari sanalah Anda mendapatkan informasi. Dan jik Anda dapat berlaku bijak, kesalahan dapat membantu Anda dalam membangun masa depan.

 

Lakukan pekerjaan kasih sayang

Ingat perkataan :”Mustahil Anda tidak berhasil jika Anda menolong orang lain untuk mendapatkan apa yang ia inginkan”. Cobalah untuk meluangkan waktu untuk membantu orang lain, walaupun Anda sangat sibuk atau sangat sukses. Sedikt waktu yang berguna itu kan membantu Anda dalam membangun keyakinan diri, citra diri, dan kepercayaan diri.

 

Periksa lingkungan Anda

Jika Anda berada pada lingkungan yang kurang mendukung, yang bersifat negatif atau meremehkan pencapian Anda, kelurlah dari lingkungan itu dan bergabunglah dengan orang-orang yang merupakan ‘pembangun’. Ingatlah perkataan ini: “Jika Anda berada pada lingkungan yang berorientasi pada keberhasilan maka mustahil Anda tidak berhasil”.

 

Kumpulkan ‘catatan keberhasilan’

Kembalilah pada ingatan keberhasilan Anda, himpun catatan keberhasilan Anda baik dalam karir maupun kehidupan pribadi, ini dapat sangat membantu ketika Anda dilanda keraguan atau kehilangan kepercayaan diri. Catatan ini akan menegakkan kembali kepercayaan diri Anda yang terguncang.

 


SELF IMPROVEMENT ( MENGEMBANGKAN DIRI )



SEBERAPA PENTINGKAH PENGEMBANGAN DIRI UNTUK KEMAJUAN DIRI SENDIRI

        Setiap diri individu pasti menginginkan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dari berbagai aspek dan bidang kehidupannya. Mulai dari perkembangan sikap yang lebih baik, pengetahuan yang bertambah, dan keterampilan yang lebih hebat. Hanya saja ada banyak orang yang masih mempertanyakan untuk apa kita menjadi pribadi yang terus berkembang.
       Dibawah ini diuraikan beberapa alasan mengapa pribadi manusia harus selalu dikembangkan :


1. Memiliki Tujuan Hidup
        Dengan terus mengembangkan diri menjadi lebih baik dari sebelumnya akan memunginkan kita untuk melihat apa yang diinginkan dari kehidupan serta nilai dan keyakinan dalam diri kita. Kita akan menjadi lebih sadar dengan apa yang ingin dilakukan dan menjadi orang yang jauh baik dari sebelumnya. Selain itu hidup kita akan menjadi terarah dan memiliki goals yang ingin kita capai di masa yang akan datang.


2. Motivasi dan Dukungan
        Setelah kita mampu menemukan tujuan dan pernyataan misi dalam kehidupan, selanjutnya kita bisa mulai menentukan bagaimana ingin mengembangkan diri agar bisa mencapai tujuan tersebut dengann memiliki pola pikir seperti ini akan memberikan kita motivasi dan dorongan. Motivasi inilah yang membuat kita melakukan perjalanan untuk terus mengembangkan diri karena kita telah melihat tujuan akhir yang sangat jelas. Dengan adanya motivasi dari dalam diri dan dorongan dari lingkungan yang memadai, ini akan membuat kita cukup yakin untuk selalu mengembangkan diri, tidak takut gagal jika jatuh atau melakukan kesalahan, dan selalu berupaya untuk bangkit dari kegagalan. 


3. Membuka Peluang di Masa Depan
        Ketika kita mulai mengembangkan diri, keterampilan dan potensi yang ada di dalam diri kita akan terus berkembang dan ini akan membuka banyak peluang di masa depan. Saat kita berusaha untuk menjadi lebih baik, maka kita juga akan cenderung mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman dan melawan rasa takut yang datang menghampiri. Ketika kita sudah berhasil keluar dari zona nyaman dan menjadi seseorang yang potensial diberbagai bidang maka peluang itu akan datang dengan sendirinya.


4. Menangani Perubahan yang Datang
        Pengembangan diri yang dilakukan memungkinkan kita untuk membangun keterampilan dan kualitas untuk mampu mengatasi rintangan dan kesulitan yang dihadapi.Hal yang harus kita sadari adalah akan selalu ada perubahan yang terus terjadi dan tidak bisa dihindari. Kualitas yang ada di dalam diri kita memungkinkan untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi apapun bentuknya.


5. Lebih Percaya Diri
        Ketika kita memiliki tujuan untuk terus memperbaiki diri, otomatis kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih percaya diri. Dengan banyaknya perubahan dan peningkatan keterampilan yang kita lakukan, maka hal ini akan perlahan-lahan membentuk rasa percaya diri yang dimiliki karena sudah memiliki tingkat kepercayaan diri dengan potensi yang ada.


Rabu, 14 Oktober 2020

HIRARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW (HIERARCHY OF NEEDS)

 


HIRARKI KEBUTUHAN DAN KETERKAITAN DENGAN TULISAN SEBELUMNYA...

        Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menjabarkan secara teoritis dari apa yang telah saya sampaikan tentang jati diri, mengenal diri sendiri hingga ke tujuan hidup. Perlu saya tekankan, tulisan ini saya buat dengan berbagai referensi lalu saya intrepetasikan kembali lewat media ini..
        Jika sebelumnya saya sudah membahas beberapa konflik diri sendiri dalam mengenal dan memahami diri sendiri, proses struggle nya kita sekarang, dahulu sudah pernah dibahas oleh seorang Psikolog terkenal yaitu Abraham Maslow lewat Theory Hirarki of Needs, jadi bagaimana penjelasannya dan apa yang membuat teori ini sangat relate dengan kehidupan saat ini. Berikut penjabarannya..
        Siapa itu Abraham Maslow? Maslow merupakan salah satu psikolog pendiri aliran humanistik terkenal asal Rusia yang tinggal di Amerika, pada saat itu ia ingin mengetahui apa motivasi orang-orang untuk hidup.Lalu ia mencari tahu hal apa yang membuat orang bahagia dan merasa hidupnya meaningfull dan cara apa yang bisa dilakukannya. Nah, Abraham Maslow mengganggap ilmu psikologi bisa menjawab pertanyaan itu. Dan setelahnya Maslow mencetuskan Theory Hierarchy of needs atau disebut Maslow's Pyramid of Needs.

        Teori ini digambarkan sebagai piramida dan ada 5 tingkat kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi supaya dapat hidup bahagia dan sehat secara fisik dan psikologis. Untuk bisa lanjut ke tingkat teratas kebutuhan dari tingkat terbawah yaitu kebutuhan fisiologis harus dipenuhi terlebih dahulu, karena tingkat terbawah merupakan hal paling dasar untuk mampu bertahan hidup seperti : makanan, minuman, tempat tinggal, istirahat, tidur, pakaian, atau kita biasa mengenal umumnya kebutuhan sandang dan pangan, meskipun tidak terpenuhi seratus persen tapi asalkan orang tersebut merasa sudah cukup maka mereka bisa naik ke tingkat selanjutnya. Lalu naik satu tingkat ke kebutuhan rasa aman yang mana maksudnya itu adalah kita perlu merasa bahwa kita mampu melindungi diri dari ancaman dan kebutuhan di tingkat ini meliputi : kesehatan dan keamanan secara finansial, dan tentunya untuk memenuhi kebutuhan ini kita akan terpacu untuk bekerja. Nah, untuk dua tingkat dibawah itu Maslow menyebutnya dengan Basic Needs. 
        Untuk tingkat selanjutnya yaitu kebutuhan sosial seperti : kebutuhan akan cinta, penerimaan/respect dari orang lain dan yang memuaskan kebutuhan ini biasanya orang-orang terdekat kita yaitu keluarga, sahabat, teman, pasangan atau bahkan komunitas. Lalu beranjak lagi ke kebutuhan selanjutnya yaitu kebutuhan penghargaan atau sering dikenal dengan self esteem, dan ini merupakan apresiasi dan rasa hormat dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan ini kita akan melakukan banyak hal yang meningkatkan rasa percaya diri, misalnya jadi influencer, rangking dikelas dan sebagainya. Nah, untuk tingkat ketiga dan keempat ini Maslow menyebutnya dengan Psychological Needs atau Kebutuhan Psikologi.
               Tingkat yang paling teratas yaitu kebutuhan aktualisasi diri atau Kebutuhan untuk hidup sesuai potensi diri sendiri seutuhnya. Maslow juga menuliskan bahwa diri kita harusnya berdamai dengan diri sendiri dan menjadi apa yang kita kehendaki. Setiap orang harus memahami apa yang ingin dilakukan dan mendalami apa yang sedang dilakukannya.
        Selain itu, Maslow juga mengelompokan kebutuhan-kebutuhan ini berdasarkan motivasi untuk mencapainya. Empat kebutuhan terbawah seperti : Kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan Rasa Aman, Kebutuhan Sosial dan Kebutuhan Penghargaan, itu semua didorong oleh rasa tidak puas atau rasa kekurangan akan sesuatu. Singkatnya rasa takut dan cemas.Misalnya adalah : orang makan karena lapar, ingin dihormati karena tak ingin diremehkan orang lain, dicintai karena takut sendirian. Nah, motivasi ini disebut Maslow sebagai D-needs (Deficiency Needs) atau kebutuhan karena adanya kekurangan. Lalu untuk Kebutuhan Aktualisasi Diri teratas Maslow menyebutnya B-needs (Being Needs) kebutuhan untuk menjalani hidup sesuai potensi diri.
               Teori ini sangat amat terlihat simpel dan kita memang sudah merasakan kebutuhan yang disebutkan oleh Maslow, tapi pada kenyataannya banyak orang yang tidak sadar bahwa kita perlu memiliki tingkatan kebutuhan yang disebutkan Maslow secara seimbang. Contohnya seperti ada orang yang terlalu mementingkan pekerjaan hingga kebahagiaan dirinya terabaikan, atau bahkan ada orang yang tidak acuh dengan kondisi finansialnya dan hanya mementingkan kesenangan semata. Nah, menurut Maslow kondisi demikian itu sangat tidak seimbang, seseorang bisa menyeimbangkan hal psikologis dan hal materalistis, kita bisa bahagia dan punya karir yang bagus disaat yang bersamaan.
            Terlepas dari itu semua, sepertinya kita semua memang lebih termotivasi oleh kebutuhan D-needs dibandingkan dengan B-needs. Nah, bisa jadi saja bukan karena hal itu kita jadi merasa bahwa hidup kita stuck di satu titik ini saja. Lalu bagaimana jika kita ingin menerapkan teori ini di kehidupan sesungguhnya, yaitu : 1. Kita bisa menyeimbangkan dengan fleksibel tapi stabil, kenapa perlu? karena kita perlu mengaktualisasikan diri dan perlu hal yang materalistis untuk bertahan hidup. Caranya gimana ? Kita perlu memiliki goals yang stabil (mengetahui keinginan sendiri) dan Fleksibel dalam mengeksplor diri (ekspos diri dalam berbagai pengalaman) Lalu untuk menemukan potensi diri, kita dapat bertanya ke diri sendiri tentang hal apa yang sebenarnya selama ini mendominasi hidup dan pikiran ini. Karena kemungkinan banyak orang yang sudah memiliki minat atau bakat di bidang tertentu, hanya secara tidak sadar telah terlewati karena merasa itu tidak mampu menghidupinya atau bahkan hanya sekedar takut mendapat celaan dari orang lain.
2. Ketahuilah Kelebihan dan gunakan hal itu, mengapa begitu? karena jika kita sudah menemukan kelebihan diri maka kita akan merasa lebih aktif saat menjalani hidup yang sesuai dengan diri sendiri. Jadi kita tidak merasa terasingkan oleh diri sendiri dan tidak lupa untuk mengembangkan jangan ragu mengambil resiko dan tantangan sebagai bentuk aktualisasi diri. Jangan sampai kita terhanyut hanya dengan zona nyaman dan tidak pernah mengaktualisasikan diri.
        

            
 

TUJUAN HIDUP (PURPOSE OF LIFE)




SUDAHKAH KITA MENENTUKAN TUJUAN HIDUP INI ?

        Setelah sebelumnya saya sudah membahas tentang jati diri dan mengenal diri sendiri, sudah saatnya kita menentukan, memilih dan melangkah ke arah mana kita seharusnya berjalan dalam mengarungi kehidupan fana ini. Seorang penulis dari United State bernama Mark twen dalam pidatonya ia pernah mengutarakan bahwa "Dua hari paling penting dalam hidup ini adalah hari dimana kita lahir dan hari dimana kita tahu untuk apa tujuan hidup ini" Pidato yang diutarakan Beliau tentunya membuat kita menjadi berpikir dan menelaah, sebenarnya kita ini hidup untuk apa si? Lalu mau kemana kita? Apakah tujuan kita sudah tepat dan kita sudah berada dijalan yang benar? Semua itu pasti pernah tersirat dibenak kita masing-masing sebagai manusia.
            Jika kita melihat ke sekeliling kita rasanya belum banyak orang yang sudah mengetahui makna hidupnya sendiri, bahkan terkadang seseorang yang sudah menjadi sarjana pun justru masih saja bingung dengan rencana hidup kedepannya. Dan jika ditanya, sebenarnya apa sih tujuan hidup kita? Kalau jawabannya seperti Ingin Sukses, Membahagiakan kedua orang tua, atau bahkan ingin bermanfaat untuk orang lain. Itu semua hanyalah jawaban klasik yang bahkan tidak menjurus ke arah kemana sebenarnya kita ingin berlabuh..
      Terlepas dari variatif nya jawaban yang jika kita tanyakan ke orang lain tentang tujuan hidupnya, sebenarnya ada dua hal yang harus diingat dalam menentukan tujuan hidup yaitu :
1.Tujuan hidup itu dibentuk bukan ditemukan, tujuan hidup bukan seperti barang hilang atau sesuatu yang ketika kita temukan akan selesai begitu saja, padahal tidak semudah itu. Buktinya banyak orang yang bosan dengan pekerjaan yang sebelumnya disebut sebagai impiannya sendiri atau bahkan ada orang yang jenuh dengan bisnis yang dia bangun dari nol. Kenapa bisa terjadi hal begitu? Karena tujuan hidup dibentuk bukan hanya ditemukan. Lalu, darimana awal mulanya? Yang pertama tentunya dari ketertarikan yang berproses menjadi sebuah tujuan hidup, dan proses ini butuh usaha, action dan kerja keras yang tidak sebentar. Sayangnya, banyak orang yang seolah telah menemukan tujuan hidupnya cenderung terburu-buru dalam mengakhiri suatu hal. Misalnya kita interest akan suatu hal lalu karena sudah bosan kita tidak ragu mengakhiri dan merasa itu bukan passion kita, sebenarnya bisa saja kita yang baru awal mengetahui suatu bidang lalu terlalu terburu-buru untuk merasa tidak cocok dengan bidang tersebut, dan nantinya kita akan berpikir "kenapa gue udah coba banyak hal, tapi gapernah ada yang cocok buat hidup gue?" Jawaban dari pertanyaan itu adalah karena kita belum memberikan cukup waktu untuk ketertarikan itu dapat berkembang. Jadi intinya, biarkan diri kita ini berkembang pada bidang tertentu, mencoba banyak bidang tidak ada salahnya asalkan kita nantinya mampu memfilter kearah mana harusnya membawa kaki kita melangkah.
2. Fokus Pikirkan apa yang BISA dilakukan, bukan apa yang HARUS dilakukan, tujuan hidup itu bukan seperti hal yang harus kita capai. Seperti halnya, kita harus menjadi pengacara, dokter, polisi atau apapun yang pernah kita impikan diwaktu kecil dahulu. Yang perlu ditekankan, ketika cita-cita itu tidak menjadi kenyataan, KAMU AKAN TETAP BAIK-BAIK SAJA. Karena pada hakikatnya tujuan hidup itu bukan suatu keharusan yang harus dicapai, tapi lebih bertanya ke diri sendiri sebenarnya apa yang bisa kita lakukan. 
            


 
            

Kamis, 08 Oktober 2020

MENGENAL DIRI SENDIRI (KNOW YOUR SELF)


SEBERAPA JAUH KITA MENGENAL DIRI SENDIRI ?

Kenapa kita harus mengenal diri sendiri ?

    Karena proses perkenalan diri sendiri adalah suatu hal yang basic yang harus terus dilakukan dalam hidup, dan dengan mengenal diri sendiri kita bisa mengetahui kepribadian kita itu seperti apa, lebih tahu apa yang kita suka atau tidak dan bahkan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. 

    Mengenal diri sendiri juga akan membuat kita lebih bersyukur sehingga tidak mudah dengki dengan                pencapaian yang didapatkan orang lain, karena kita paham betul bahwa semua orang memiliki karakteristik, keunikan, jalan hidup dan serta rezeki yang berbeda. Belum tentu orang yang terlihat keren dimata kita ternyata nilai yang kita anut dengan dia itu berbeda, ibarat bintang dilangit semua orang punya sinarnya masing-masing.

Nah, Apa yang terjadi jika kita kurang mengenal diri kita sendiri ?

       Biasanya kita akan lebih rentan mengalami lonjakan emosi yang tidak stabil ketika mendapatkan suatu         masalah atau hati kita bergejolak seperti tak karuan orang yang tersesat tak tahu arah/jalan pulang. Mengapa demikian? karena biasanya orang yang belum mengetahui kemauan dirinya sendiri biasanya pun akan cenderung mengikuti apa yang orang lain miliki atau lakukan dalam kata lain, belum punya arah dalam penemuan jati dirinya. 

    Lalu jika ditanya, seberapa jauh kita mengetahui kelebihan diri kita sendiri? Karena kebanyakan orang yang jika ditanya kelebihan akan lebih sulit mengungkapkannya daripada ditanya kelemahannya. Ya, kebanyakan orang lebih memahami kekurangan daripada kelebihannya. Mengapa demikian? Karena banyak orang yang mengira bahwa kelebihan ialah bakat yang dibawa sejak lahir jadi banyak orang yang rendah diri. Yang sesungguhnya kelebihan itu bisa kita pelajari bahkan ketika kita tidak punya bakat sama sekali, kita bisa punya banyak kelebihan. 

    Jadi apa sih kelebihan itu?

1. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan baik

2. Menikmati melakukan sesuatu hal itu tanpa paksaan

3. Memiliki Kepuasan tersendiri saat kita sedang melakukan sesuatu

    Ketika ketiga hal diatas sudah kita rasakan, nah kelebihan ini bisa beragam hal dari mulai kreativitas, keterbukaan dengan pengalaman, berpikir kritis, kepemimpinan, rasa bersyukur dan lain-lain.Namun jika kita belum merasakan ketiga hal tersebut ada di diri kita, lalu harus bagaimana?? Tak perlu khawatir karena ketiga hal tersebut bisa kita latih atau asah dengan cepat, yang paling penting kita harus yakin dengan diri sendiri bahwa kita bisa berproses dan bisa berubah. Yang perlu kita tekankan ialah Mindset yang baik maka akan menunjukan progress yang pelan-pelan bagus. 

Nah gimana cara kita menemukan kelebihan diri sendiri ?

1. Refleksi diri

Cara mengenali diri sendiri, analisis dengan kebiasaan diri sendiri dan lihat tanggapan orang lain tentang diri kita sendiri. Apa yang membuat kita disukai dan dipuji orang lain, apa yang membuat kita bangga dengan diri kita sendiri. Atau apa yang membuat kita ditegur atau dimarahi orang lain. Hal ini perlu di refleksikan, agar sepenuhnya kita memahami kelebihan dan kekurangan kita apa, kebiasaan baik dan kebiasaan yang bisa kita kembangkan lagi.

2. Mencari Pengalaman

Semakin banyak pengalaman yang kita punya, semakin cepat kita menemukan kelebihan diri kita sendiri. Karena kelebihan bukanlah suatu hal yang datang tiba-tiba tanpa kita melakukan apapun. Kita harus bergerak terus dan berhubungan dengan banyak orang. Ingatlah untuk terus selalu mencoba hal baru, dan harus keluar dari Zona Nyaman kalau kita merasa belum menemukan kelebihan kita.

3. Cari Feedback dari orang lain

Kita bisa bertanya kepada orang lain tentang bagaimana selama ini kita berproses, misalnya dalam dunia kerja kita bisa meminta feedback rutin kepada atasan sekaligus sebagai evaluasi diri sendiri dan lebih bisa mengikuti perkembangan diri sendiri. 

Jadi kesimpulan yang dapat ditarik dalam tulisan kali ini, apabila kita sudah cukup baik dalam mengenal diri sendiri tentunya kita akan lebih mudah untuk menemukan kelebihan diri kita sendiri, untuk apa kelebihan itu sendiri? tidak lain untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri dalam diri setiap manusia.


CREATE BY HUSNIA MELIANSYAH



APA ITU JATI DIRI (WHATS YOUR IDENTITY)

        

 

Sudahkah kita mengenal JATI DIRI  siapa kita dan untuk apa kita hidup di dunia ini? 

            "Kenalilah diri kita dengan baik sebelum kita mencoba untuk mengenal orang lain, karena sejatinya untuk mengenal diri sendiri dan orang lain kita membutuhkan waktu sepanjang hidup " - HM
            Seberapa jauh kita memahami diri kita sendiri? Mengenal dan menuntun diri kita sendiri ke jalan yang baik dan di Ridhoi Tuhan. Sebelum itu izinkan saya untuk membagikan literasi tentang apa itu jati diri sesungguhnya..
            Apa itu Jati Diri ??? Jati diri manusia itu terdiri dari tiga aspek, kepribadian, keunikan, dan identitas diri (Hadi, 2002). Setiap manusia pasti berbeda, masing-masing memliki ciri khas masing-masing yang menandakan bahwa itu adalah dirinya. Pada nyatanya, manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk Tuhan lainnya. Namun yang menjadi permasalahannya, mengapa ada pernyataan bahwa tidak ada manusia yang sempurna??? Seseorang dinilai baik atau buruk dari sifat dan perbuatannya. Bila sikap dan sifatnya baik maka dikatakan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian yang baik, bagitu pula dengan sebaliknya. Namun, kepribadian pada diri seseorang itu dapat berubah kapanpun dan dimanapun. Karena salah satu faktor terbentuknya kepribadian adalah dari lingkungan. Kepribadian seseorang bisa dilihat dan dirasakan dalam rentang kehidupannya. Oleh karena itu kepribadian manusia itu dikatakan sebagai satu kesatuan pada jiwa dan badan manusia(Hadi,2002). Namun pada kenyataannya yang menilai kepribadian seseorang adalah orang lain bukanlah diri sendiri sedangkan yang lebih mengerti akan diri ini adalah individu itu sendiri,lalu patutkah penilaian orang lain di jadikan sebagai gambaran diri???
       Setiap manusia pasti berbeda, mereka memiliki ciri khas masing-masing yang menandakan bahwa itu adalah dirinya. Manusia kembar pun pasti masih memiliki perbedaan. Dari perbedaan ini akan menimbulkan berbagai macam keunikan yang sangat bervariasi yang tidak akan menimbulkan kebosanan di dunia ini. Nah dari keunikan ini akan membawa kepribadian manusia menjadi manusia yang unik, namun tidak untuk jati diri.
        Jika berbicara masalah identitas diri maka yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah manusia itu? Manusia hidup didunia ini berperan sabagai apa??? Jika berbicara dalam ranah Islam, maka jawabnya pasti sebagai khalifah yang nantinya akan dimintai pertanggung jawabannya selama hidup didunia.
Berarti hidup manusia didunia ini tidaklah seenak nya manusia itu, hidupnya memiliki peraturan, memiliki kewajiban yang harus diselesaikan sebelum terjadi perpisahan antara ruh dan raga yang akan membawanya kembali kepada Sang Pencipta. Setiap manusia memiliki kewajiban dan aturan yang sama antarara manusia satu dengan manusia yang lain. Namun yang menjadi pembeda adalah taraf keberhasilannya. Ada manusia yang berhasil mengemban semua amanah yang diberikan, ada juga manusia yang mengingkari semua kenyataan yang sebenarnya. Inilah yang menjadi tanda bahwa identitas diri manusia itu tetap masing-masing.
        Aku adalah aku, hidupku adalah hidupku, tugasku adalah tugasku. Dulu adalah pengalaman, hari ini adalah kenyataan, dan besok adalah masa depan. Manusia yang hidup dimasa lalu pasti berbeda dengan yang saat ini, banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari kondisi tempat dimana manusia hidup sampai pengaruh pemikiran dari manusia-manusia lain. Manusia saat ini pun berbeda dengan manusia yang hidup di masa lalu yang mana perkembangan zaman terjadi merubah kondisi lingkungan dan pemikiran manusia. Manusia di masa depan pun juga berbeda dengan manusia yang hidupdi zaman saat ini karena lagi-lagi dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dimasing–masing waktu.
           Tujuan manusia hidup pada dasarnya adalah sebagai pengemban amanah yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, dengan berbagai macam cara yang dilakukan menurut keyakinan oleh manusia itu sendiri. Dalam hidup pasti ada kematian, kematian itu adalah akhir dari waktu yang telah diberikan untuk kita hidup didunia, akhir dari tugas-tugas yang telah kita jalani. Ada manusia dengan sempurna menyelesaikan tugasnya, ada pula manusia yang hanya setengah menyelesaikan tugasnya, bahkan ada juga manusia yang sama sekali belum menyelesaikan atau bahkan belum melakukan tugas itu sama sekali. Dari kematian inilah dapat kita ketahui bagaimana manusia itu sebenarnya. Lalu timbul pertanyaan, Apakah kematian menjadi akhir dari kehidupan manusia??? Dan apakah kematian menjadi tujuan kehidupan manusia ??? dan apakah jati diri hanya dapat dilihat dari setelah manusia itu telah mengalami kematian???
        Jika berbicara hakekat manusia dalam Islam, pasti terdapat kehidupan-kematian, pertemuan-perpisahan, dan cinta. Maka yang paling banyak dibicarakan adalah cinta dan kematian. Dimana dua kata itu seolah-olah menjadi sebuah topik yang sangat unik untuk dibahas dan tidak akan pernah untuk berakhir dan tidak akan pernah ditemukan ujung pangkalnya. Seolah –olah menjadi sebuah rahasia yang sampai saat ini belum terkuak keberadaanya. Cinta itu mewarnai kehidupan didunia. Manusia yang setiap perbuatannya dibalut oleh rasa cinta maka akan tercermin melalui kepribadiannya. Dimana cinta akan membuat manusia lebih mudah mengerjakan semua tugas-tugasnya. Memberikan sebuah perasaan nyaman terhadap kehidupan yang dijalani, namun cinta juga dapat membuat manusia lalai akan semua.
        Kematian yang merupakan akhir dari kehidupan dunia, membuat sebagian manusia takut mendengarnya, bahkan tidak sampai tidak pernah mau memikirkan tentang kematian. Namun ada juga manusia yang selalu memikirkan kematian dalam hidupnya dan menjadi sebuah semangat dalam menyelesaikan semua tugas-tugas yang diembannya. Karena mereka meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu gerbang awal dari kehidupan yang sebenarnya.
        Bila kematian sudah datang pada satu manusia maka manusia lain yang akan mengetahui bagaimana manusia itu hidup dari riwayat hidup yang telah ia jalani. Jika manusia telah mengalami kematian tak jarang jati diri manusia itu akan terungkap, lalu apakah adil jika orang mengenal jati diri setelag kematian? Sungguh, sangatlah tidak adil bagi manusia. Mengapa demikian? Sebab manusia sendirilah yang membuat dirinya menjadi seperti apa yang dia inginkan melalui cara-cara yang telah ia yakini dan lakukan. Oleh sebab itu yang paling mengerti tentang dirinya hanyalah manusia itu sendiri, bukan orang lain. Manusia lain hanya lah sebagai pembanding. Lebih umumnya, manusia dikenal dengan caranya berbuat baik atau buruk terhadap manusia lainnya.
        Jadi dapat di simpulkan, masing-masing manusia hidup mempunyai tugas yang sama. Hanya saja cara yang dilakukannya berbeda-beda,sehingga hasil yang dicapai juga relative berbeda. Cara yang dilakukan itu adalah hasil dari kolaborasi dari aspek kepribadian, keunikan dan identitas diri manusia yang akan dibalut oleh rasa cinta yang pada dasarnya menjadi sebuah anugerah bagi manusia. Sedangkan jati diri manusia timbul dari tingkat pemikiran manusia dan pemahaman akan hidup. Jati dirilah yang akan memperkuat manusia berjalan menuju tujuan hidup yang telah diberikan. Dan jati diri dapat dirasakan manusia semasa hidupnya, karea dari jati diri itulah manusia bisa bertahan hidup, tanpa jati diri manusia akan melangkah tanpa kekuatan yang sempurna. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa jati diri juga bukan menjadi tujuan dari sebuah kehidupan manusia.